Macam-Macam Gangguan Pada Tulang Dan Sendi Tulang Manusia Manusia memiliki tulang dan sendi (sistem gerak) yang memiliki banyak fungsi untuk menunjang kehidupan manusia. Tanpa kondisi fit tulang dan sendi, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kelainan atau gangguan pada tulang belakang manusia. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain : A. Kifosis Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke depan, dikarenakan kebiasaan duduk atau bekerja dengan posisi membungkuk. B. Skoliosis Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke samping, ini dapat tejadi pada rang yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi miring. C. Lordosis Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke belakang, dikarenakan kebiasaan tidur yang pinggangnya diganjal bantal. D. Rakhitis Yaitu kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O E. Polio Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya mengecil dan abnormal. 1. KELAINAN TULANG BELAKANG a. Tortikolis Kongenital Tortikolis Kongenitalis adalah suatu keadaan dimana leher bayi terpuntir ke salah satu sisi dan kepalanya miring ke sisi tersebut. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh : 1. Cedera pada otot atau pembuluh darah leher selama proses persalinan berlangsung 2. Kelainan posisi kepala bayi ketika masih berada di dalam rahim 3. Sindroma Klippel-Feil (penyatuan tulang belakang leher) 4. Fusi atlanto-oksipital (penyatuan tulang belakang leher pertama dengan tulang tengkorak). Gejalanya bisa berupa: – pembengkakan otot leher – kepala miring ke sisi yang terkena – bahu pada sisi yang terkena tampak terangkat – otot leher tampak kaku – pergerakan leher terbatas – tremor kepala. Tujuan pengobatan adalah meregangkan otot leher yang memendek. Pada bayi dan anak kecil dilakukan peregangang pasif. Jika teknik tersebut gagal, pada usia pra-sekolah dilakukan pembedahan. Skoliosis Kongenitalis Skoliosis Kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulang belakang bayi baru lahir. Kelainan ini jarang terjadi dan biasanya berhubungan dengan gangguan pada pembentukan tulang belakang atau peleburan tulang rusuk. Skoliosis bisa menyebabkan kelainan bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh, karena itu seringkali dilakukan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin. Jika keadaan anak semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Skoliosis Kongenitalis Skoliosis Kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulang belakang bayi baru lahir. Kelainan ini jarang terjadi dan biasanya berhubungan dengan gangguan pada pembentukan tulang belakang atau peleburan tulang rusuk. Skoliosis bisa menyebabkan kelainan bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh, karena itu seringkali dilakukan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin. Jika keadaan anak semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan. KELAINAN PINGGUL, TUNGKAI & KAKI Dislokasi Pinggul Bawaan Dislokasi Pinggul Bawaan adalah suatu kelainan bentuk pada persendian pinggul yang ditemukan pada bayi baru lahir atau pada awal masa kanak-kanak. Pinggul adalah suatu persendian bola dan kantung; bolanya adalah kaput femoralis (kepala tulang paha) yang berada di puncak tulang paha, sedangkan kantungnya adalah asetabulum yang berasal dari panggul. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik. Kelainan yang dirasakan mungkin baru muncul pada usia 30-40 tahun, dan bisa menyerang salah satu maupun kedua pinggul. Kelainan ini lebih sering ditemui pada: # Anak pertama # Bayi perempuan # Bayi dalam letak bokong # Riwayat dislokasi pinggul pada keluarga. Kelainan ini ditemukan pada 1 diantara 1.000 bayi baru lahir. Gejalanya bisa berupa: – Pergerakan yang terbatas di daerah yang terkena – Posisi tungkai yang asimetris – Lipatan lemak paha yang asimetris – Setelah bayi berumur 3 bulan : rotasi tungkai asimetris dan tungkai pada sisi yang terkena tampak memendek. Pemeriksaan yang paling penting adalah USG pinggul. Pada bayi yang lebih besar dan anak-anak bisa dilakukan rontgen pinggul. Dislokasi pinggul bawaan Pada awal masa bayi, agar kaput femoralis tetap berada dalam kantungnya, bisa dipasang alat untuk memisahkan tungkai dan melipatnya ke arah luar (seperti kodok). Jika posisi diatas sulit dipertahankan, bisa digunakan gips yang secara periodik diganti sehingga pertumbuhan tulang tidak terhambat. Jika tindakan tersebut tidak berhasil atau jika dislokasi diketahui setelah anak cukup besar, maka dilakukan tindakan pembedahan. Torsio femoral adalah suatu keadaan dimana lutut menghadap ke depan atau ke samping. Keadaan ini seringkali membaik dengan sendirinya pada saat anak tumbuh dan mulai berdiri serta berjalan. Dislokasi lutut adalah suatu keadaan dimana tungkai bawah pada lutut melipat ke depan. Kelainan ini jarang terjadi tetapi jika terjadi harus segera diatasi. Biasanya dilakukan tindakan menekuk lutut bayi secara perlahan ke depan dan ke belakang sebanyak beberapa kali/hari serta memasang bidai agar lutut tetap tertekuk. Clubfoot (talipes) adalah suatu keadaan dimana bentuk atau posisi kaki terpuntir. Lengkung kaki bisa sangat tinggi atau kaki berputar ke dalam maupun ke luar. Clubfoot sejati disebabkan oleh kelainan anatomis. Jika tidak terdapat kelainan anatomis, maka keadaan ini bisa diperbaiki dengan pemasangan gips dan terapi fisik. Pengobatan dini dengan gips bisa memperbaiki clubfoot sejati tetapi biasanya perlu dilakukan pembedahan.

Macam-Macam Gangguan Pada Tulang Dan Sendi Tulang Manusia

Manusia memiliki tulang dan sendi (sistem gerak) yang memiliki banyak fungsi untuk menunjang kehidupan manusia. Tanpa kondisi fit tulang dan sendi, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kelainan atau gangguan pada tulang belakang manusia. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain :

  1. A. Kifosis

Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke depan, dikarenakan kebiasaan duduk atau bekerja dengan posisi membungkuk.

  1. B. Skoliosis

Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke samping, ini dapat tejadi pada rang yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi miring.

  1. C. Lordosis

Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke belakang, dikarenakan kebiasaan tidur yang pinggangnya diganjal bantal.

  1. D. Rakhitis

Yaitu kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O

  1. E. Polio

Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya mengecil dan abnormal.

  1. KELAINAN TULANG BELAKANG

    a. Tortikolis Kongenital

    Tortikolis Kongenitalis adalah suatu keadaan dimana leher bayi terpuntir ke   salah satu sisi dan kepalanya miring ke sisi tersebut.
    Keadaan ini biasanya disebabkan oleh :
    1.  Cedera pada otot atau pembuluh darah leher selama proses persalinan berlangsung
    2.   Kelainan posisi kepala bayi ketika masih berada di dalam rahim
    3.  Sindroma Klippel-Feil (penyatuan tulang belakang leher)
    4.  Fusi atlanto-oksipital (penyatuan tulang belakang leher pertama dengan tulang   tengkorak).

    Gejalanya bisa berupa:
    – pembengkakan otot leher
    – kepala miring ke sisi yang terkena
    – bahu pada sisi yang terkena tampak terangkat
    – otot leher tampak kaku
    – pergerakan leher terbatas
    – tremor kepala.

    Tujuan pengobatan adalah meregangkan otot leher yang memendek.
    Pada bayi dan anak kecil dilakukan peregangang pasif. Jika teknik tersebut gagal, pada usia pra-sekolah dilakukan pembedahan.

    Skoliosis Kongenitalis

    Skoliosis Kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulang belakang bayi baru lahir.
    Kelainan ini jarang terjadi dan biasanya berhubungan dengan gangguan pada pembentukan tulang belakang atau peleburan tulang rusuk.

    Skoliosis bisa menyebabkan kelainan bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh, karena itu seringkali dilakukan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin. Jika keadaan anak semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan.

    Skoliosis Kongenitalis

    Skoliosis Kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulang belakang bayi baru lahir.
    Kelainan ini jarang terjadi dan biasanya berhubungan dengan gangguan pada pembentukan tulang belakang atau peleburan tulang rusuk.

    Skoliosis bisa menyebabkan kelainan bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh, karena itu seringkali dilakukan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin. Jika keadaan anak semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan.

    KELAINAN PINGGUL, TUNGKAI & KAKI

    Dislokasi Pinggul Bawaan

    Dislokasi Pinggul Bawaan adalah suatu kelainan bentuk pada persendian pinggul yang ditemukan pada bayi baru lahir atau pada awal masa kanak-kanak.

    Pinggul adalah suatu persendian bola dan kantung; bolanya adalah kaput femoralis (kepala tulang paha) yang berada di puncak tulang paha, sedangkan kantungnya adalah asetabulum yang berasal dari panggul.
    Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik.
    Kelainan yang dirasakan mungkin baru muncul pada usia 30-40 tahun, dan bisa menyerang salah satu maupun kedua pinggul.

    Kelainan ini lebih sering ditemui pada:
    # Anak pertama
    # Bayi perempuan
    # Bayi dalam letak bokong
    # Riwayat dislokasi pinggul pada keluarga.
    Kelainan ini ditemukan pada 1 diantara 1.000 bayi baru lahir.

    Gejalanya bisa berupa:
    – Pergerakan yang terbatas di daerah yang terkena
    – Posisi tungkai yang asimetris
    – Lipatan lemak paha yang asimetris
    – Setelah bayi berumur 3 bulan : rotasi tungkai asimetris dan tungkai pada sisi yang terkena tampak memendek.

    Pemeriksaan yang paling penting adalah USG pinggul. Pada bayi yang lebih besar dan anak-anak bisa dilakukan rontgen pinggul.

    Dislokasi pinggul bawaan

    Pada awal masa bayi, agar kaput femoralis tetap berada dalam kantungnya, bisa dipasang alat untuk memisahkan tungkai dan melipatnya ke arah luar (seperti kodok).
    Jika posisi diatas sulit dipertahankan, bisa digunakan gips yang secara periodik diganti sehingga pertumbuhan tulang tidak terhambat.
    Jika tindakan tersebut tidak berhasil atau jika dislokasi diketahui setelah anak cukup besar, maka dilakukan tindakan pembedahan.

    Torsio femoral adalah suatu keadaan dimana lutut menghadap ke depan atau ke samping.
    Keadaan ini seringkali membaik dengan sendirinya pada saat anak tumbuh dan mulai berdiri serta berjalan.

    Dislokasi lutut adalah suatu keadaan dimana tungkai bawah pada lutut melipat ke depan.
    Kelainan ini jarang terjadi tetapi jika terjadi harus segera diatasi. Biasanya dilakukan tindakan menekuk lutut bayi secara perlahan ke depan dan ke belakang sebanyak beberapa kali/hari serta memasang bidai agar lutut tetap tertekuk.

    Clubfoot (talipes) adalah suatu keadaan dimana bentuk atau posisi kaki terpuntir.
    Lengkung kaki bisa sangat tinggi atau kaki berputar ke dalam maupun ke luar.
    Clubfoot sejati disebabkan oleh kelainan anatomis.
    Jika tidak terdapat kelainan anatomis, maka keadaan ini bisa diperbaiki dengan pemasangan gips dan terapi fisik. Pengobatan dini dengan gips bisa memperbaiki clubfoot sejati tetapi biasanya perlu dilakukan pembedahan.

. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget

Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation”

Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.

Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :

1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.

2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.

3. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.

4. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.

5. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

Teori Belajar menurut saya

Teori belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat tata cara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Namun teori belajar ini tidak-lah semudah yang dikira, dalam prosesnya teori belajar ini membutuhkan berbagai sumber sarana yang dapat menunjang, seperti : lingkungan siswa, kondisi psikologi siswa, perbedaan tingkat kecerdasan siswa. Semua unsure ini dapat dijadikan bahan acuan untuk menciptakan suatu model teori belajar yang dianggap cocok, tidak perlu terpaku dengan kurikulum yang ada asalkan tujuan dari teori belajar ini sama dengan tujuan pendidikan.

A. Pandangan Tentang Belajar

Psikologi kognitif mengatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada diluar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar, dan dengan pengenalan itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Berdasarkan pada pandangan itu teori psikoloig kognitif memandang beljar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi terutama pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Dengan kata lain, aktivitas belajar manusia ditentukan pada proses internal dalam berpikir yakni pengolahan informasi.

ntisari dari teori belajar konstruktivisme adalah bahwa belajar merupakan proses penemuan (discovery) dan transformasi informasi kompleks yang berlangsung pada diri seseorang. Individu yang sedang belajar dipandang sebagai orang yang secara konstan memberikan informasi baru untuk dikonfirmasikan dengan prinsip yang telah dimiliki, kemudian merevisi prinsip tersebut apabila sudah tidak sesuai dengan informasi yang baru diperoleh . Agar siswa mampu melakukan kegiatan belajar, maka ia harus melibatkan diri secara aktif.

Pembelajaran Aliran Kognitif.

Pembelajaran menurut Jean Piaget.

Prinsip utama pembelajaran.

a) Belajar aktif

Untuk membantu perkembangan kognitif anak, kepadanya perlu diciptakan kondisi belajar yang memungkinkan anak belajar sendiri, misalnya melakukan percobaan. Manipulasi symbol-simbol, mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban sendiri, membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya.

b) Belajar lewat interakksi sosial.

Tanpa intraksi sosial, perkembangan kognitif anank akan tetap bersifat egosentris. Sebaliknya lewat interaksi sosial, perkembangan kognitif anak akan mengarah pada banyak pandangan dengan macam-macam sudut pandang dari alternatif tindakan.

c) Belajar lewat pengalaman sendiri.

Bahasa memang memegang peranan penting dalam perkembangan kognitif , namun bila menggunakan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi tanpa pernah karena pengalaman sendiri makaperkembangan anak cenderung mengarah pada verbalisme.

Pembelajaran menurut JA Brunner

Dalam pengajaran disekolah, Brunner mengajukan bahwa dalam pembelajaran hendaknya mencakup :

a) Pengalaman-pengalaman optimal untuk mau dan dapat belajar.

b) Pensturkturasi pengetahuan untuk pemahaman optimal

1. Penyajian.

a) Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal.

Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep, tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu.

b) Cara epenyajian simbolik

Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemauan seseorang lebih memperhatikan preposisi/ pernyataan daripada obyek-obyek yeng memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep an kemungkinan alternative dalam suatu cara kombinatorial

2. Ekonomi

Dalam penyajian suatu pengetahuan akan dihubungkan dengan sejumlah informasi yang dapat disimpan dalam pikiran, dan diproses untuk mencapai pemahaman.

3. Kekuasa kekuatan

Kuasa dari suatu penyajian juga dapat diartikan sebagai kemampuan penyajian itu untuk menghubung-hubungkan hal-hal yang kelihatannya dangat terpisah-pisah.

c) Perincian urutan penyajian materi pelajaran.

d) Cara pemberian “reinforcement”.

Pembelajaran menurut David Ausable

Prinsip-prinsip pembelajaran :

a) Pengaturan awal

Pengaturan awal dapat digunakan guru dalam membantu mengaitkan konsep lama dengan konsep baru yang lebih tinggi maknanya.

b) Deferen siasi progresif.

Dalam proses belajar bermakna perlua ada pengmbangan dan evaluasi konsep-konsep. Caranya, unsure yang paling umum dan inklusif diperkenalkan dahulu kemudian baru yang lebih mendetail, berarti pembelajaran dari umum ke kuhsus.

c) Belajar super ordinat

Adalah proses struktur kognitif yang mengalami pertumbuhan kearah deferensiasi, terjadi sejak perolehan informasi dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif tersebut.

d) Penyesuaian integrative.

Teori Belajar Pengolahan Informasi

1. Penampungan kesan-kesan penginderaan jangka pendek (STSS)

Komponen pertama system memori yang berfungsi menerima informasi baru adalah pusat kemampuan kesan-kesan penginderaan/disebut memori inderawi. Stimulus yang dapat membangkitkan perhatian.

a) Stimulus Psiko fisik (Psycohysical Stimulus)

Variasi intensitas, ukuran, suara dan warna suatu stimulus dapat memunculkan respon tertentu.

b) Stimulus emosional (emotional stimulus)

Guru mamu “mengkoordinasi” materi pembelajaran, maka akan mampu membangkitkan emosi siswa yang pada akhirnya siswa cepat memahami pelajaran baru.

c) Stimulus kesenjangan (Diskrepant Stimulus)

Stimulus yang mampu membangkitkan sebagian tergantung pada aspek kebaharuan, kompleksitas, dan keunikannya.

d) Manding stimulus (Manding Stimulus)

Merupakan pernyataa verbal yang memiliki konsekwensi tinggi.

Memori Jangka Pendek (STM) dan memori kerja (WM)

Informasi yag diamati dan diperhatikan oleh seseorang akan masuk kedalam memori jangka pendek (STM)atau memori kerja (WM). Melalui penampungan penginderaan jangka pendek (STSS). STM adalah system penyimpanan yang mampu menyimpan sejumlah informasi selama beberapa detik. Demikian pula STM merupakan bagian dari memori dimana suatu informasi pada akhirnya dipikirkan untuk disimpan. Apabila seseorang berhenti untuk memikirkan informasi yang baru masuk, maka nformasi akan segera hilang dari STMnya.

Keterbatasan kapasitas yang dimiliki STM juga memiliki implikasi penting dalam pembelajaran.Guru tidak boleh terlalu banyak menyajikan gagasan dalam sekali pembelajaran kecualijika gagasan itu diorganisir dengan baik dan dihubungkan dengan informasi yang telah ada didalam LTM siswa, sehingga STM mereka dengan bantuan LTMdapat mengkoordinasi seluruh gagasan tersebut.

Memori Jangka Panjang.

Teori belajar kognitif membagi memori jangka panjang kedalam 3 bagian :

a) Memori episodic (Episodic memory)

Adalah memori tentang pengalaman personal, yakni semacam gambaran mental mengenai sesuatu yang telah dilihat /didengar.

b) Memori semantic (semantic memory)

Berisi tentang fakta dan informasi tergeneralisasi yang telah diketahui sebelumnya, konsep-konsep prinsip, dan cara menggunakan informasi tersebut, serta keterampilan pemecahan masalah dan strategi belajar.

c) Memori procedural (procedural memory)

Menunju pad apengetahuan tentang cara mengerjakan sesuatu, t erutama alam mengerjakan tugas-tugas fisik. Jenis memori ini disimpan dalam serangkaian pasangan stimulus-respon.

Lupa dan Ingat.

Salah satu alasan penting orang mengalami lupa adalah karena faktor interferensi. Interferensi terjadi apabila informasi bercampur dengan atau tergeser oleh informasi yang lain. Salah satu bentuk interferensi adalah ketika orang mengalami hambatan dalam melakukan rehersal atas informasi yang dimiliki karena adanya informasi lain.

Interferensi ada 2 bentuk :

Interferensi tetro aktif terjadi apabila informasi yang telah dipelajari mengganggu siswa dalam mempelajari infomasi berikutnya.

Interferensi proaktif, terjadi apabila informais yang baru dipelajari mengganggu seseorang dalam mengingat informasi yang telah dipelajari sebelumnya.

Cara untuk mengurangi interfernsi retro aktif.

Konsep yang sama atau yang memiliki karakteristik sama hendaknya tidak diajarkan dalam waktu yang berdekatan.

Menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dalam mengajarkan konsep yang sama, menggunakan metode pembelajaran bervariasi dalam mengajarkan konsep yang sama.

Bentuk pelancaran dalam membangkitkan ingatan.

a) Pelancaran proaktif

Yaitu seseorang akan mengingat informasi sebelumnya apa bila informasi yang baru dipelajari memiliki karakteristik yang sama.

b) Penalaran retro aktif.

Yaitu seseorang yang mempelajari informasi baru akan memantapkan ingatan informasi yang telah dipelajari.

PERBANDINGAN TEORI BELAJAR KOGNITIF, HUMANISTIK, DAN BEHAVIORISTIK

TEORI BELAJAR KOGNITIF

Teori    :didasarkan pada kognisi,yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi                      dimana  tingkah  mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu t            erjadi.

Tujuan  :  1. menghasilakan individu yang memiliki kemampuan berfikir untuk                                     menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi.

2. kurikulum dirancang untuk situasi yang memungkinkan pengetahuan dan                         keterampilan dapat dikonkultasikan untuk peserta didik.

3. peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang                            sesuai untuk dirinya.

Metode   : berpusat pada peserta didik , bersifat analitik dan lebih berorintasi pada proses                         pembentukan pengetahuan dan penalaran

Kekurangan : kedekatan antara murid dan guru secara emosional berkurang

Penerapan    : pelajaran bahasa , matematika,fisika,kimia, atau biologi ( studi kasus ), IPS                              ( observasi ), wawancara.

Guru             : berfungsi sebagai mediator,fasilitator dan teman yang membuat situasi                            menjadi kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri                                           peserta didik.

Murid          : aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan                            kemantangan kognitif yang dimilikinya.

Evaluasi     : bukan pada hasil tetapi pada proses yang telah dilalui dan dijalani siswa dan                                 lebih menfokuskanpada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan                                  pengalamannya.

Tokoh         : 1.teori Gestalt

  1. Gestalt
  2. Max Wetherimer ( 1880-1943 )
  3. Koffka ( 1886-1894 )
  4. Wolfgangkoklar (1887-1959)

2.Teori Konstruktif

a.    John Dewey ( 1856-1952)

b.    Jean Piaget ( 1896-1980)

c.    Jeremo Brune (1915-….)

d.   Lev vygotsky ( 1896-1934)

TEORI HUMANISTIK

Teori                : belajar untuk memenusiakan manusia

Tujuan              : menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang                                                 mewarnai metode-metode yang diterapkan.

Metode            : mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang                         bersifat: jelas ,jujur , dan positif.

Kekurangan      : terlalu memberi kebebasan pada siswa.

Penerapan     : materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan.

Guru              : memberi motivasi,kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan                 siswa.

Siswa            : pelaku utama (student center) yang memaknai poses pengalaman belajar                           sendiri

Evaluasi         : diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.

Tokoh           : a. Arthur Combs ( 1912-1999)

b.Maslow

c. Carl Rogers

TEORI BEHAVIORISTIK

Teori             : proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara                    stimulis dan respon.

Tujuan           : adanya perubahan tingkah laku pada peserta didik.

Metode         : dibagi dalam bagian-bagian kecil sampai kompleks. Pengulangan dan                    latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi                           kebiasaan.berorientasi pada hasil yang dicapai, tidak menggunakan                                       hukuman.

Kekurangan : sentral,bersikap otoriter,komunikadi satu arah.

Guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari siswa.

Pasif, perlu motivasi dari luar, dan sangat dipengarihi oleh penguatan yang                     diberikan oleh guru,mendengarkan dan menghafal.

Penerapan        : pada matapelajaran yang membutuhkan praktek dan pembicaraan yang                                     mengandung unsur-unsur  kecepatan,spontanitas,kelenturan,refleks.daya                                      tahan, dan sebagainya. Missal dalam: percakapan bahasa                                                           asing,mengetik,menari,olagraga,dll.

Guru                 : guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang                             diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi

Murid               : melakukan sendiri apa yang  menjadi instruksi dan melakukannya                                   berulang-ulang sampai hasilnya baik.

Evaluasi            : didasarkan pada perilaku yang dicapai sebagai hasil dari latihan yang                              dilakukan.

Tokoh              : 1. Edward Lee Thorndike ( 1874-1949)

2. Ivan Pavlov  ( 1849-1936)

3. Burrhus Frederic Skinner ( 1904-1990)

4. Robert Gagne‘ ( 1916-2002)

5. Albert Bandura ( 1925-masih hidup sampai sekarang)

CONTOH RPP SENAM:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(Senam Pembentukan dengan Tongkat)

MATERI URAIAN GAMBAR / FORMASI
Latihan A Siapkan siswa, buat menjadi 2 shaf, berhitung, berdoa.

Dengan berpasangan bentuk siswa menjadi bentuk lingkaran, posisi siswa depan belakang. Jika guru membunyikan peluit semua siswa yang berada di posisi belakang berlari mengelilingi semua siswa yangh membentuk lingkaran kemudian kembali ke posisi semula. Siswa yang paling terakhir kembali ke posisinya diberi hukuman sesuai kesepakatan. Setelah yang belakang selesai melakukan, gentian siswa yang depan melakukan dengan berpindah posisi.

X

x  x  x  x  x  x  x

x  x  x  x  x  x  x

O     : Siswa

: Arah gerakan

Latihan B

B1

B2

B3

B4

B5

Buat siswa berpasangan. Dengan pasangannya lakukan tarik menarik dengan tongkat dengan posisi :

  1. Berhadapan
  1. Menyamping
  1. Membelakangi

Siswa dibuat menjadi 2 kelompok. Permainannya adalah balapan memanggul tongkat yang dilakukan 2 orang. Dan kelompok yang kalah mendapat hukuman.

Siswa dibuat menjadi 2 kelompok sama rata, tiap kelompok berbanjar ke belakang. Siswa paling depan dari masing masing kelompok memegang tongkat. Lompati tongkat dengan satu kaki ( kanan dan kiri bergantian), dimulai dari siswa paling depan dengan posisi tongkat berdiri. Setelah siswa paling depan selesai melakukan, disusul siswa dibelakangnya, tongkat harus tetap berada pada posisi berdiri. Setelah melakukan mengkondisikan diri. Kelompok yang kalah diberi hukuman sesuai kesepakatan kelompok yang menang.

Kondisikan siswa melingkar, salah satu siswa memegang tongkat dengan posisi berdiri di tengah. Suruh siswa beerhitung dan mengingat nomornya masing – masing. Guru memanggil acak nomor-nomor  tadi. Siswa yang nomornya disebutkan segera berlari menggantikan siswa yang berada di tengah, dan siswa yang berada di tengah segera meninggalkan tongkat untuk menggantikan siswa yang nomornya disebutkan tadi dan harus mengingatnya. Siswa yang menjatuhkan tongkat diberi hukuman.

X      X                      X        X

X      X                      X        X

X      X                      X        X

X      X                      X        X

X                              X

X                              X

X                              X

X                              X

8

Guru

Latihan C Kumpulkan siswa, buat menjadi 2 kelompok.

Membisikan Pesan

Guru membisikan sebuah kalimat singkat, orang pertama meneruskan kalimat tersebut kepada orang kedua dibelakang, orang kedua melankutkan kalimat yang sama kepada orang ketiga dan seterusnya.

Guru mengecek kalimat pada anak terakhir dari masing-masing kelompok, apakah sesuai dengan kalimat aslinya.

Kelompok tercepat dan yang masih mempertahankan kalimat tadi akan keluar sebagai pemenang.

Pijit Memijit

Bentuk siswa melingkar, jarak antar siswa disesuaikan

Siswa dihadapkan pada satu arah, lakukan pijitan kepada siswa didepannya sambil bernyanyi.

Kumpulkan siswa, berhitung, berdoa, setelah itu dibubarkan

X

x x x x x x x

x x x x x x x

PEMANASAN DALAM BENTUK PERMAINAN

DENGAN ALAT (BOLA BESAR)

TOMMY SETYANTO

PJKR A

07601241016

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

  1. Mengkondisikan Siswa

Siswa dibariskan menjadi dua bersaf. Pada kesempatan itu Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari, yaitu gerak dasar bola voli. Selain itu, Guru juga menjelaskan dari pemanasan yang berbentuk permainan yang meliputi peraturan permainan serta tujuannya.

  1. Pemanasan dalam bentuk permaian

Siswa melakukan pemanasan dengan permainan menggunakan bola voli. Siswa dibagi menjadi dua tim. Adapun peraturan permainan adalah sebagai berikut :

  1. Setiap tim saling bekerja sama dengan temannya untuk mencetak poin.
  2. Mencetak poin dengan cara menjatuhkan cone yang telah di pasang sebagai target. Dan poin dianggap sah apabila seluruh anggota tim yang menyerang melewati garis tengah lapangan.
  3. Cara menjatuhkan cone, bola dilempar dengan kedua tangan.
    1. Setiap siswa yang memegang bola hanya dua langkah maksimal dalam bergerak.

Gambar Lapangan

Keterangan:

= cone

o     = bola

= anak/ siswa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: